Agar anak gemar sholat berjamaah ke masjid

10 Jul 2015

Inspirasi pagi 😁 buat bujanghid2 calon2 kepala keluarga & smga Allah memberikan kita umur panjang, kesempatan utk berkeluarga aamiin

Sebagai ortu pasti sangat berharap punya anak keturunan yg sholeh, rajin sholat, rajin ke masjid, betul 😂 emang ad ortu yg berharap anak nya rajin ke dugem, kongkoi2 g jelas. mabok2an, narkoba2an, judi2an na’udzubillah pasti ga ada.

Yg perlu kita garis bawahi agr harapan punya anak sholeh yg rajin sholat, rajin ke masjid adl kitanya sbg org tua harus mencontohkanya dg baik bukan skedar kata2 tanpa aksi nyata

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Perintahkanlah anak-anakmu untuk melaksanakan shalat ketika berumur tujuh tahun. Dan pukullah mereka ketika (mereka tidak mau shalat padahal mereka sudah) berumur sepuluh tahun, dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur.” (HR. Abu Daud)”

1. Umur 0 – 7 tahun: memberikan contoh.

Kalau mendengar Azan (penanda waktu sholat) Ayah dan ibu bersiap-siap untuk sholat. Semua pekerjaan siap-siap ditinggalkan. TV dimatikan, laptop dimatikan, komputer dimatikan, semua aktivitas siap-siap dihentikan.

Kalau pun ibu sedang tidak sholat tetap saja “persiapan sholat” itu perlu dilakukan. Biarkan anak melihat bagaimana orang tua berwudhu dan berdoa setelah berwudhu. Ayah sholat ke masjid. Ibu sholat di rumah.

Anak belum perlu diajak secara intensif, apalagi sampai “dipaksa”. Kalau anak laki-laki mau ikut ke masjid, Ajak ! tapi siapkan agar anak tidak “menggangu” di masjid. Pahamkan kepadanya pentingnya menjaga perilaku (adab di masjid) dan pentingnya menjaga kesucian di masjid. Ajak buang air dulu sebelum ke masjid

2. Umur 7 -10 tahun: mengajak intensif, tanpa paksaan

Kata kuncinya pertama adalah mengajak, tanpa paksaan dan tentu saja tanpa kekerasan. Mengajak berbeda dengan menyuruh. Ada unsur contoh dan kebersamaan di dalam mengajak. Kalau ayah sedang dirumah, ajak anak laki-laki ke masjid.

Kalau ayah sedang tidak ada di rumah ibu tetap perlu mengajak anak laki-laki untuk sholat bersama. Anak perempuan selalu diajak sholat oleh ibu di rumah.

Penting bagi ayah-dan-ibu (bukan hanya ibu) untuk mengajarkan konsep haid kepada anak. Dengan demikian maka Ibu tetap bisa mengajak anak sholat meskipun ibu tidak melakukannya karena sedang haid.

Kata kunci yang kedua adalah intensif. Anak diajak sholat setiap waktu sholat wajib. Yang ingin dan perlu kita latih terus adalah pemahaman bahwa semakin besar anak, maka semakin penting baginya untuk selalu sholat 5 waktu.

Kalau anak mau pergi untuk waktu yang lama (sampai melewati beberapa waktu sholat) pastikan pesan orang tua yg terpenting adalah jangan lupa SHOLAT.

Untuk itu penting juga pada umur ini orang tua memastikan anaknya “belajar” untuk selalu mengenakan pakaian yang menutup aurat dan layak untuk sholat. 
Sekali lagi belajar, tidak perlu dipaksa, cukup dengan contoh dan diingatkan. Jangan sampai fokus kita keliru, sesungguhnya tidak masalah anak pergi ke masjid atau sholat dengan pakaian seadanya.

Lebih penting membiasakan anak ikut sholat. Jangan sampai anak kita memiliki kesan bahwa sholat ke masjid merepotkan (karena harus ganti baju/pakai baju lain, dsb).

Percayalah, menanamkan pemahaman bahwa anak laki-laki harus sholat di masjid jauh lebih sulit jika dibandingkan menanamkan pemahaman bahwa sholat itu harus menutup aurat. Untuk itu upaya kita untuk menanamkan pemahaman bahwa anak laki-laki harus sholat di masjid harus kita lakukan sedini mungkin, seintensif mungkin.

3. Umur 10 tahun keatas: mengajak dengan paksaan (hanya jika perlu)

Kata kuncinya adalah boleh memaksa tetapi memaksa tidak berarti harus dengan kekerasan. Kekerasan boleh dilakukan hanya jika benar-benar perlu. Berdasarkan hadits tersebut diatas, maka Rasulullah mengajarkan sebelum anak boleh “dipaksa”, maka perlu waktu 3 tahun pada point 2 untuk orang tua mulai melakukan pembiasaan intensif kepada anak.

Kalaupun orang tua harus memaksa, maka jangan sampai mencedarai. Lakukan hukuman/pukulan di bagian tubuh yang kuat. Misal: betis, lengan atas. Hindari bagian penting dan/atau bagan sensitif misal: kepala/muka/telinga/mulut, leher, telapak tangan, telapak kaki, perut dan kemaluan. Lakukan hukuman langsung dengan tangan kita, jangan dengan kaki apalagi alat-alat untuk menghukum (tongkat, jepitan, etc).

Aturlah kekuatan pukulan. Orang tua yang cenderung emosian, lebih baik meninggalkan anak terlebih dahulu jika belum bisa menahan emosinya. Ingatlah bahwa kita bukan ingin menyakiti mereka, kita hanya ingin memberikan “efek memory” kepada anak bahwa SHOLAT begitu penting, sehingga orang tua sampai perlu memberikan “hukuman” fisik jika anak meremehkan sholat.

Kegagalan orang tua menahan emosi dan cenderung memberikan hukuman fisik yang keterlaluan justru akan memberikan efek “mengerikan” bagi anak. Alih-alih menjadi rajin sholat, anak mungkin malah menjadi ketakukan atau memilih untuk bersiap-siap menghindar keluar rumah setiap mendekati waktu sholat.

PENTING: Jika ada orang tua yang belum menjalankan kewajibannya pada point 2, maka sesungguhnya ia tidak berhak langsung memulai dengan point 3 meskipun umur anak sudah 10 tahun. Perlu dilakukan pembiasaaan intensif (kalau perlu sampai 3 tahun sesuai durasi point 2) agar anak tidak menjadi shock dan akhirnya menjadikan sholatnya sebagai sekedar “jalan keluar” agar terhindah dari HUKUMAN orang tuanya.

Semoga Allah memberikan kepada kita taufiq, hidayah, dan inayah untuk dapat mendidik anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholih/sholihah, menciptakan generasi yang kuat yang akan menjadi penyumbang kebangkitan generasi Islam akhir zaman.

Robbij’alni muqimashsholati wa mingduriyati… robbana wa taqobbal du’a

At- Tahriim ayat 6 yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

An-Nisaa 9 yang artinya:
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” Wallahu’alam

Tri RZ 0812 8352 8532 bbm 742c8c6b konsul/konfirm zakat, infak, sdekah, wakaf, donasi yatim dhuafa & donasi dana kemanusiaan lainwww.rumahzakat.org

Tolong sebarkan smga Anda skeluarga mendapat bagian dr pahala-Nya Aamiin

 


TAGS anak; sholat; jamaah; masjid


-

Author

Follow Me


Categories